Tony Stark Dan VOC serta pengaruhnya di jawa

Majasoka.com | Salah satu faktor yang membuat wajah dari kebudayaan jawa menjadi sekarang , sedikit banyak adalah melalui campur tangan sebuah perusahaan, iya sebuah perusahaan.

Perusahaan multinasional pertama di dunia, perusahaan yang saking Kaya nya mampu untuk membelah kerajaan Mataram menjadi dua.
Perusahaan yang sama yang mampu menulis ulang cara Kita melihat bangsa Kita jawa, melalui tulisan-tulisan pegawainya dalam berbagai buku.

Orang dari Perusahaan yang sama yang mengubah cara pandang Kita melihat siapa diri kita sebenarnya melalui buku yang dia tulis ( History of Java ) yang menulis adalah Raffles , Gubernur jendral yang berkuasa di era 1814, sebelum menjadi Gubernur jendral , Raffles adalah juru tulis dari Perusahaan tersebut.

Dia mengamati setiap perilaku orang-orang jawa. Dan buku itu menjadi salah satu pegangan wajib para sejarahwan dalam mempelajari jawa, padahal sama seperti dengan kebanyakan buku-buku yang lain, buku ini bersifat subyektif, memandang budaya jawa dari sudut pandang orang barat.

Padahal banyak buku (kitab) jawa yang lain yang bisa menjadi rujukan.

Sudut pandang Raffles ini Dan banyak manuver Perusahaan tersebut yang mengubah pola hidup masyarakat jawa yang terpaksa harus berbenturan dengan budaya barat.

Apakah nama perusahaan tersebut?
Perusahaan tersebut bernama Vereenigde Oostindische Compagnie atau disingkat VOC.

VOC adalah sebuah perusahaan multinasional pertama di Dunia, begitu Kaya Dan besarnya perusahaan ini , sehingga melahirkan sistem saham terbatas yang dianut dunia hingga sekarang, total kekayaan Dan aset perusahaan ini sangat besar bahkan belum bisa ditandingi oleh perusahaan manapun hingga saat ini, bahkan oleh gabungan Apple, Google Dan Microsoft sekalipun.

VOC di jamannya adalah seperti STARK INDUSTRIES di era sekarang, sebuah perusahaan multinasional fiksi yang didirikan Howard Stark Dan beelanjut ke anaknya Tony Stark yang Kita kenal dengan IRON MAN.

STARK INDUSTRIES brergerak dalam bidang pertahanan Dan sosial. Total estimasi aset Stark Industries berdasarkan situs time.com sebesar US$ 20.3 Milyar. Sedangkan VOC berdasarkan situs dutchreview.com memiliki aset sebesar US$ 7,9 triliyun.

Bahkan VOC total kekayaannya bila dibandingkan dengan STARK INDUSTRIES jauh lebih Kaya hingga mendekati fiksi.

VOC menjadikan komoditas Alam Indonesia Dan manusianya sebagai Bahan dagangan dunia, VOC menggerakan sistem ekonomi dunia yang berpusat di jawa.

Dahulu perputaran ekonomi Dan investasi dunia berpusat di Amsterdam yang produksinya diambil dari Tanah Nusantara.

VOC memonopoli peedagangan rempah dunia Hal yg dahulu di kuasai oleh Sriwijaya, VOC mengubah wajah kerajaan Blambangan yang notabene adalah kekuasaan dari Bali menjadi kerajaan yang hampir suwung karena pembantaian massal disana.

Sama seperti Stark Industries yang mengekploitasi senjata untuk (tanpa sengaja) menjajah negara2 berkembang seperti sokovia.

Perbedaanya VOC bergerak dalam bidang peedagangan rempah, Stark Industries dalam bidang teknologi.

Dalam usahanya untuk melancarkan bisnisnya VOC tak jarang menyuap atau melakukan manuver pemberian tanah kepada anggota kerajaan nusantara untuk berkudeta dan menerapkan devide et impera, banyak contoh kasus mulai perang puputan bayu hingga timbulnya perjanjian giyanti, dan budaya suap menyuap itu tumbuh subur di kalangan eksternal Dan internal perusahaan.

Bahkan rumornya, jika ingin menempati posisi cukup penting di VOC ,harus menyuap dalam jumlah tidak sedikit.

disamping budaya korup para anggotanya, VOC juga berangkat dengan bermodalkan hutang dari Belanda, VOC terlalu sibuk mengurusi bisnisnya dan memporak porandakan Nusantara hingga hutang Dan Bunganya tidak bisa dilunasi, Dan berakhir dengan akuisisi negara Belanda di tahun 1799.

Sejak saat itu Belanda meneruskan Hal yang telah dimulai oleh VOC selama 200 tahun sebelumnya menjajah Dan mengeksploitasi Nusantara, termasuk pulau jawa.

Dan itu sangat berpengaruh dalam setiap sendi lapisan masyarakat Kita. Baik bahasa, Norma Dan kebudayaan. Panggilan Tante, Oma Dan penyebutan kereta dengan Spoor ( sepur ) yang akhirnya diasimilasikan ke dalam bahasa jawa. (Aswin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar